Meninjau Dakhil dalam Kitab Tafsir al-Durru al-Mantsur fi Tafsir al-Ma’tsur Surah Shad

Authors

  • Ramadona Saputra Institut Ilmu Al-Quran An Nur Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.37252/jqs.v4i1.786

Keywords:

Tafsir Ad-Durru al-Manstr fi Tafsi al-Ma’tsur, Dakhil, Jalaluddin as-Suyuthi

Abstract

Kitab tafsir ad-Durru al-Mantsur fi Tafsir al-Ma’tsur ditulis dengan metode bi al-Riwayah. Beberapa persoalan tafsir model ini adalah penukilan riwayat yang mengandung dakhil yang tidak jarang isinya bertentangan dengan akal dan syariat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk, kategori, dan argumentasi dakhil dalam kitab tafsir ad-Durru al-Mantsur fi tafsir al-Ma’tsur surah Shad karya imam Jalaluddin as-Suyuthi. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (libary research). Teknik pengumpulan data menggunakan literatur primer maupun skunder. Analisis data yang peneliti lakukan yaitu mengutip kisah-kisah yang mengandung dakhil dalam penafsiran surah Shad dalam kitab tafsir ad-Durru al-Mantsur fi tafsir al-Ma’tsur, lalu menganalisa kisah-kisah tersebut berdasarkan konsep ad-Dakhil. Hasil penelitian ini memiliki kesimpulan: ada sembilan dakhil dalam penafsiran surah Shad. Kemudian dari Sembilan tadi, diperinci menjadi tiga bagian. Pertama, pada kisah nabi Daud A.S dakhilnya berjumblah dua, yakni adanya penafsiran al-Qur’an dengan israiliyyat, yaitu tentang kisah nabi Daud A.S menikahi istri panglimanya. Kedua, pada kisah nabi Sulaiman A.S berjumlah empat, yakni penafsiran al-Qur’an dengan hadis kuat dan dha’if, yaitu tentang hilangnya kerajaan nabi Sulaiman, dan penyerupaan setan kepada nabi Sulaiman A.S. Pada kisah nabi Ayyub A.S berjumblah tiga: yakni adanya penafsiran al-Qur’an dengan cerita israiliyyat yaitu tentang kisah nabi Ayyub A.S dilempar di tempat sampah Bani Israil, penyakit nabi Ayyub A.S seperti dimakan ulat, dan kisah istrinya ditimpa dalam keadaan miskin. Adapun dilihat dari kategorisasinya, semuanya berstatus dakhil al-Naqli

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah Muhammad, Abi. (1971). Shahih al-Bukhori, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Jil. 5

Abdullah, Umar Sulaiman. (1432). ‘Alamul Jin Wasy Syaithan, Beirut: Darun Nafis.

Abu Syahbah, Muhammad. (t.t). Al-Israiliyyat wa al-Maudhu’at fi Kutub at-Tafsir, Kairo: Maktabah as-Sunnah

Ahmad As-Sya’rani, Sidi Abdul Wahhab. (1971). Al-Anwar al-Qudsiyyah fi Ma’rifati Qowa’id as-Shufiyah, Beirut: Dar al-Kutub Ilmiyyah

As-Suyuthi, Jalaluddin. (1971). Ad-Durru Mantsur fi Tafsir bi Al-Ma’tsur, Beirut-Lebanon, Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

As-Suyuthi, Jalaluddin. (1991). Al-La’ali al-Mahnu’ah fi al-Hadis al-Maudhu’ah, Beirut: Dar al-Kutub

As-Suyuthi, Jalaluddin. (2012). Asbab Wurud al-Hadis aw-Al-Luma’ fi Asbab al-Hadis, Jakarta: Dar al-Kutub Islamiyyah

Baghawi, Abu Muhammad. (1990). Ma’alim al-Tanzil, Riyadh: Dar Thaibah

Bukhari Imam. (1971). Sahih Bukhari, Beirut-Lebanon, Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Dimas Maulana, Muhammad. (2020). Israiliyyat dalam kitab tafsir Nusantara: Studi penafsiran Surat Yusuf dalam kitab Tafsir Firdaus al-Na’im bi Taudih Ayat al-Qur’an al-Karim karya KH. Thaifur Ali Wafa al-Madury, Yogyakarta

Hajar, Ibnu. Taqrib at-Tahzib, Surabaya: ar-Rasyid

Iyadh, Qadhi. (1971). Asy-Syifa bi Ta’rif Bihuquq al-Mushthafa, Beirut: Dar al-Kutub Ilmiyyah

Katsir, Ibnu. (1926). Tafsir al-Qur’an al-Adzim, Beirut: Dar Ilmiyyah, Jil. 7

Marzuqi, Ahmad. ‘Aqidatul ‘Awam, Surabaya: Maktabah Muhammad bin Muhammad an-Nabhani

Munawwir, AW. (2020). Kamus al-Munawwir Arab-Indonesia, Surabaya: Pustaka progresif.

Ulinnuha, Muhammad. (2019). Metode kritik ad-Dakhil fit Tafsir cara mendeteksi adanya infiltrasi dan kontaminasi dalam penafsiran al-Qur’an. Jakarta: Qaf.

Umar Az-Zamakhsyari, Abi. (2009). Tafsir Al-Kasyaf, Beirut: Dar al-Ma’rifah

Downloads

Published

2024-04-30

How to Cite

Saputra, R. (2024). Meninjau Dakhil dalam Kitab Tafsir al-Durru al-Mantsur fi Tafsir al-Ma’tsur Surah Shad . Jalsah : The Journal of Al-Quran and As-Sunnah Studies, 4(1), 31–52. https://doi.org/10.37252/jqs.v4i1.786

Issue

Section

Articles